About Me

Foto Saya
Amatullah bintu Yusuf
Just Amatullah (servant of ALLAH)
Lihat profil lengkapku

Rabu, 20 Juli 2011

Kinds of Orchids

Indonesia is one country which is most population of orchid species. Indonesia wilderness store more than 5000 species of orchids nature. Forests of Borneo, New Guinea, Sulawesi and Sumatra is known as a habitat for the majority of Indonesia's natural orchid species.

1. Orchid Species Orchid species is a species of orchid are native or have not been crossed. Some orchid species have been protected by the government precisely to keep in save. Some examples of orchid species are as follows:

a. Coelogye pandurata (Black Orchid) Colors of flowers  dominated by light green color in the sepals and petals.black color is the main attraction lies in the labellum. The black color of the tongue Black Orchid flower is a rare hereditary black, black color is a source of hereditary black color is needed by experts cruciferous plant breeding to produce new hues attractive flowers. So no wonder it became the mascot of East Kalimantan province. 
Black orchid fragrant flowering and flowering period in May-July.Environment grows along streams or in damp places with shade. Orchid spesies are commonly found in lowland Kalimantan, Sumatera, Malaysia and Philippines.

b.  Dendrobium lasiantera (Dendrobium Papua / Sepik River Blue) Dendrobium lasiantera came from Papua, like the high rainfall.This type of orchid has a flower of vibrant flowers and the number could exceed 30 pertangkai florets. Lasiantera Dendrobium flowers can last up to 2 months. in addition, form a straight and curly petal dominant makes it very popular type of orchid breeders.

c. Dendrobium purpureum Dendrobium purpureum has a round flower stalks clustered and appeared along with the color pink, purple and white. Orchid species are scattered in North Sulawesi, Banda and Aru Islands.

d. Dendrobium smilieae Dendrobium orchid smilieae a native of Papua and Australia. Crown of white flowers greenish or pink with green tio of the crown as well as groups. In extreme conditions such as the presence of water stress actually will stimulate flowering.

e. Grammatophylum sp. (Cane Orchid)  Grammatophylum sp have sepals and petals greenish-yellow with blackish brown spots. The length of the stems can reach 3 feet resemble the cane with hundreds of petals on a single tree. Grammatophylum sp referred to as the world's largest orchid, the spreading in Southeast Asia, Papua and the Solomon Islands. 
2. Hybrids Orchid
Hybrid orchids are orchids that have been crossed here are some examples of hybrids orchid :
a.Dendrobium sp 


b. Phalaenopsis




c. Catteleya

d. Vanda 

e. Oncidium

f. Paphiopedilum



وَهُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ نَبَاتَ كُلِّ شَيْءٍ فَأَخْرَجْنَا مِنْهُ خَضِرًا نُخْرِجُ مِنْهُ حَبًّا مُتَرَاكِبًا وَمِنَ النَّخْلِ مِنْ طَلْعِهَا قِنْوَانٌ دَانِيَةٌ وَجَنَّاتٍ مِنْ أَعْنَابٍ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُشْتَبِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ ۗ انْظُرُوا إِلَىٰ ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَيَنْعِهِ ۚ إِنَّ فِي ذَ‌ٰلِكُمْ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

And it is He who sends down rain from the sky, and We produce thereby the growth of all things. We produce from it greenery from which We produce grains arranged in layers. And from the palm trees - of its emerging fruit are clusters hanging low. And [We produce] gardens of grapevines and olives and pomegranates, similar yet varied. Look at [each of] its fruit when it yields and [at] its ripening. Indeed in that are signs for a people who believe. 
[QS. al an'am :99]

Sources:
Qur'an alkariem
Kencana, I.P. 2007.Cara Cepat membungakan anggrek. PT Gramedia. Jakarta  Photo: Writer collection 



Selasa, 19 Juli 2011

Jenis-Jenis Anggrek


Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki populasi anggrek spesies paling banyak. Hutan belantara Indonesia menyimpan lebih dari 5000 anggrek spesies alam. Hutan Kalimantan, Irian, Sulawesi dan Sumatera dikenal sebagai habitat sebagian besar anggrek spesies alam Indonesia.

1. Anggrek Spesies
Anggrek spesies adalah anggrek yang jenisnya masih asli atau belum disilangkan. Beberapa anggrek spesies justru telah dilindungi pemerintah agar tetap terjaga. Beberapa contoh anggrek spesies adalah sebagai berikut:

a. Coelogye pandurata (Anggrek Hitam)
Bunga didominasi warna hijau muda, yaitu pada sepal dan petal. warna hitam yang menjadi daya tarik terletak pada bagian labelum. Warna hitam pada lidah bunga Anggrek Hitam merupakan pembawa sifat hitam yang langka, warna hitam ini menjadi sumber pembawa sifat warna hitam yang di butuhkan oleh para ahli pemuliaan tanaman untuk menghasilkan silangan baru dengan corak warna bunga yang menarik.Sehingga tidak heran anggrek ini menjadi maskot propinsi kalimantan timur.

Anggrek hitam berbunga harum dan periode berbunganya bulan Mei-Juli. Lingkungan tumbuhnya di sepanjang aliran atau di tempat lembab dengan naungan. Anggrek jenis ini banyak ditemukan di daerah dataran rendah Kalimantan, Sumatera, Malaysia dan Filipina.

b. Dendrobium lasiantera (Dendrobium Papua/ Sepik River Blue)
Dendrobium lasiantera berasal dari Papua, menyukai curah hujan yang tinggi. Anggrek jenis ini memiliki bunga yang semarak dan jumlah kuntum bunga bisa melebihi 30 kuntum pertangkai. Bunga Dendrobium lasiantera dapat bertahan hingga 2 bulan. selain itu, bentuk petal yang tegak dan keriting dominan membuat jenis ini sangat digemari para penyilang anggrek.  


c. Dendrobium purpureum 
Dendrobium purpureum memiliki bunga bulat bergerombol dan muncul disepanjang tangkai dengan warna merah muda, ungu dan putih. Anggrek jenis ini tersebar di Sulawesi Utara, Kepulauan Banda dan Aru.

d. Dendrobium smilieae
Dendrobium smilieae merupakan anggrek asli dari Papua dan Australia. mahkota Bunga berwarna putih kehijauan atau merah jambu dengan ujung mahkota berwarna hijau serta menggerembol.Kondisi yang ekstreme seperti adanya stress air justru dapat emrangsang pembungaan.

e. Grammatophylum sp. (Anggrek Tebu)
Grammatophylum sp memiliki sepal dan petal berwarna kuning kehijauan dengan bercak coklat kehitaman. Panjang batangnya bisa mencapai 3 meter menyerupai tebu dengan ratusan kuntum pada satu pohon. Grammatophylum sp disebut sebagai anggrek terbesar di dunia, daerah sebarannya di Asia Tenggara, Papua dan kepulauan solomon.

2.Anggrek Hibrida
Anggrek Hibrida merupakan anggrek yang telah disilangkan berikut beberapa contoh anggrek hibrida:


a.Dendrobium sp 

b. Phalaenopsis 





c. Catteleya 





d. Vanda 



e. Oncidium


f. Paphiopedilum


وَهُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ نَبَاتَ كُلِّ شَيْءٍ فَأَخْرَجْنَا مِنْهُ خَضِرًا نُخْرِجُ مِنْهُ حَبًّا مُتَرَاكِبًا وَمِنَ النَّخْلِ مِنْ طَلْعِهَا قِنْوَانٌ دَانِيَةٌ وَجَنَّاتٍ مِنْ أَعْنَابٍ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُشْتَبِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ ۗ انْظُرُوا إِلَىٰ ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَيَنْعِهِ ۚ إِنَّ فِي ذَ‌ٰلِكُمْ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Dan dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan Maka kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.
(Al-An'am :99)

Sumber:
Alquran alkariem
Kencana, I.P. 2007.Cara Cepat membungakan anggrek. PT Gramedia. Jakarta
Photo: Koleksi Penulis Pribadi

Sabtu, 16 Juli 2011

Gejala dan Tanda Penyakit Tanaman


Umumnya tumbuhan sakit menunjukkan gejala yang khusus. Gejala (symptom) adalah perubahan-perubahan yang ditunjukkan oleh tumbuhan sebagai akibat adanya penyakit. seringkali penyakit tertentu tidak hanya menyebabkan timbulnya satu gejala, tetapi juga menimbulkan sindroma. selain itu beberapa penyakit berbeda menunjukkan gejala yang sama, sehingga dengan memperhatikan gejala saja sulit untuk mendiagnosis dengan pasti. maka, selain memperhatikan gejala kita harus memeperhatikan tanda (sign) dari penyakit. Tanda adalah semua pengenal dari penyakit selain raksi tumbuhan inang (gejala), misalnya bentuk tubuh buah parasit, miselium, warna spora, bledeok, lendir dan sebagainya.

1. Gejala
secara umum gejala dapat dikelompokkan menjadi tiga tipe pokok, yaitu:
A. Gejala Nekrotik
Gejala nekrotik terjadi karena adanya kerusakan pada sel atau bagian sel bahkan kematian sel. gejala Nekrotik dibagi kedalam beberapa gejala seperti:
1. Nekrosis atau matinya bagian tanaman Sekumpulan sel yang terbatas dalam jaringan tertentu mati dan pada alat tanaman terlihat adanya becak-becak atau bintik-bintik hitam. 2.Hidrosis Disebabkan karena air sel keluar dari ruang sel masuk kedalam ruang sela-sela sel, bagian ini akan tampak kebasah-basahan.
3. Klorosis Rusaknya kloroplas menyebabkan menguningnya bagian-bagian yang lazimnya berwarna hijau.
4. Layu, ini adalah gejala sekunder yang disebabkan karena adanya gangguan dalam berkas pengangkutan atau adanya kerusakan pada susunan akar yang menyebabkan tidak seimbangknya penguapan dengan pengangkutan air.
5. Gosong Gejala gosong atau scorch yang sering disebut terbakar adalah mati dan mengeringnya bagian tanaman tertentu hampir sama dengan gejala nekrosis. Gejala gosong biasanya terjadi karena penyebab abiotik.
6. Mati ujung Mati ujung biasanya terjadi pada ranting atau cabang yang dimulai dari ujungnya baru meluas kepangkal.
7. Busuk Busuk disebabkan karena rusaknya sel-sel atau jaringan-jaringan. Sebenarnya gejala busuk sama dengan gejala nekrosis tetapi lazimnya perkataan busuk dipakai untuk bagian-bagian yang tebal seperti buah, batang, akar. Busuk terbagi menjadi dua yaitu busuk basah dan busuk kering. Busuk basah biasanya disertai bau yang tidak enak atau cairan-cairan yang kental biasanya terjadi pada bagian tanaman yang berdaging, sedangkan busuk kering jarang berbau.
8. Rebah semai Jamur yang biasanya menyerang adalah jenis Rhizoctonia, Sclerotium, Fusarium, Phytium, Phytophthora dan menyebkan batang membusuk atau tanaman rebah.
9. Kanker Gejala ini lazimnya terjadi pada bagian-bagian yang berkayu pada batang, ranting ataupun akar.
10. Perdarahan atau eksudasi Gejala ini biasanya ditunjukkan dengan adanya cairan-cairan yang keluar bagian tanaman..

B. Gejala Hipolastik 
Gejala Hipoblastik adalah gejala yang disebabkan karena terhambat atau terhentinya pertumbuhan sel , gejala ini terbagi menjadi berikut:
1. Kerdil atau tumbuh terhambat Terhambatnya pertumbuhan bagian-bagian tanaman sehingga ukurannya lebih kecil daripada biasanya.
2. Klorosis Rusaknya kloroplas menyebabkan menguningnya bagian-bagian yang lazimnya berwarna hijau.
3. Etiolasi Gejala ini ditunjukkan dengan tanaman yang menjadi pucat, tumbuh memanjang dan mempunyai daun-daun yang sempit.
4. Pemusaran (resetting)

C. Gejala Hiperplastik 
Gejala hiperplastik ini disebabkan karena adanya pertumbuhan sel yang lebih dari biasanya (overdevelopment). Gejala hiperplastik terbagi sebagai berikut:
1. Menggulung atau mengeriting Gejala gulung daun (leaf roll) atau gejala mengeriting (curling) disebabkan karena pertumbuhan yang tidak seimbang dari bagian-bagian daun.
2. Rontok Peristiwa ini dianggap sebagai gejala penyakit jika terjadi sebelum waktunya (premature) dan dalam jumlah yang lebih banyak dari biasanya. Rontoknya. bagian tanaman disebabkan terjadinya lapisan pemisah yang terdiri atas sel-sel yang membulat seperti tepung dan lepas-lepas.
3. Perubahan warna Yang dimaksud disini adalah perubahan warna yang bukan klorosis misalnya daun yang sakit berubah warna menjadi kengu-unguan karena membentuk antosianin.

2. Tanda 
Dalam Diganosis seringkali tanda-tanda, yaitu kenampakan makroskopis pathogen atau bagiannya memegang peranan penting. bahkan lebih penting dari gejala. Tanda-tanda umumnya terbatas pada penyakit yang disebabkan oleh jamur dan bakteri. Jamur-jamur parasit tertentu akan membentuk struktur-struktur di luar badan tumbuhan, khususnya yang menghasilkan spora, karena dengan demikian spora akan lebih mudah tersebar. Tanda-tanda yang sering muncul adalah dalam bentuk miselium, karat, tepung, jamur hitam, smut (gosong bengkak), cacar putih, bercak ter, tubuh buah, sklerotium dan lendir bakteri.  
 sumber:
Tim Penyusun Jurusan HPT. 2007. Buku Penuntun Praktikum Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman. FP UB. Malang

Jumat, 15 Juli 2011

Hospitals in Gaza


RSI foundation construction in the district of Gaza Bait Lahiya, North Gaza (Doc MER-C/RoL)

Ahmad Ismail treated in cancer units, Gaza's Shifa hospital ace. 
66-year-old male body is connected to the catheter tube, as the drain urine. Urine is usually housed in special bags, but not this time. These channels are streamed into a dumpster.

Ismail, who suffered from bladder cancer also requires a transfusion, "there are no pockets of IV (intravenous). 
The nurse poured blood into a plastic bottle, which is distributed to the IV course "Ismail said.
As experienced by other patients, Ismail only obtain analgesic drugs that serve only to relieve pain.

Israeli strikes on Gaza post at the end of December 2008, medical assistance was "flooded" Gaza, but not all drugs and equipment could be used. 
A total of 500 tons of medical equipment piling up in warehouse storage Gaza, due to incompatible with the necessary tools or technology is not in accordance with the technological tools available in Gaza, or none could mengoprasikan.So that some hospitals still survive using the old medical device.
WHO estimates that 1.5 million residents of Gaza there were only two cardiac surgeons. 
Dr. Nasser Tatter, head of the cardiology unit of As Shifa 'claim, if one of the sick, the medical surgery would not be done well. While not easy to increase the number of physician specialties that can barely get out of Gaza to learn and obtain training.

Another crucial problem is power outages. 
First, because the generators in Gaza is not getting enough fuel.Second, more than half the electricity supply comes from Israel and they can decide at any time. If it is so, treatment in the ICU is totally useless and the patient does not get oxygen. In addition to the renal failure patients at risk of blood clots if the machine is turned off.

Now Gazans have  a little more relieved with the construction of Indonesia Hospital in Gaza. 
Starting from the signing of the MoU in 2009 between representatives of the people of Indonesia (dr. Joserizal Journalists, SpOT) with the Palestinian Ministry of Health in Gaza (Dr. Bassim Naim)-which also disaksiaan by dr.Sarbini (Chairman of the Presidium of the MER-C), Drs.HM. Mursalin (Islamic People's Forum), Ir. Hanibal WY Wijayanta (Journalists ANTV), Andi Jauhari (Reuters journalists) and the scholars Gaza.

The project which was originally like a dream come true.Beginning of this idea was launched, many people, both from within the country, internationally, and even the Palestinian government was dubious realization Indonesia plans to build a hospital. 
As in tell a word Abdillah Onim MER-C Branch Chairman Gaza.

RSI construction money comes from donations of the Indonesian people from all walks of life, after a month running, the progress of the construction of Gaza RSI is approaching 20 percent. 
It is estimated that construction of Phase 1 will be faster than the original plan. A few months after the construction of the foundation structure went, going back to do the second stage tender for the architectural, mechanical and electrical.

For the second stage of this work, Abdillah said, still needed around Rp 15 billion. 
"And God willing, see the love of the people of Indonesia to the Palestinian people, we are very optimistic about the development of RSI is
will be in accordance with the planned targets. "

Fellow Muslims are brothers in the hemisphere, wherever they may be help though only with prayer couplet.

Rasulullah SAW said:
"The Muslims are like one body; when his eyes marasa sick, the whole body involved in pain; if the head is feeling sick, the whole body were also felt the pain." (Reported by Muslim)

and also remember the words of the Prophet Muhammad:
"A Muslim is a brother to other Muslims, not menzhalimi or harm. 
Whoever helps his brother needs of fellow Muslims by eliminating the distress of it, Allah will relieve him of the distress among the distress-distress in the Day of Resurrection. And whosever shall cover the disgrace of a muslim, ALLAH will cover her shame on the day of Resurrection (Reported by Bukhari From Abdullah ibn Umar RA)

Wa Allahu a'lam


Sources
Majalah Suara Hidayatullah edisi 03/xxiii/juli 2010/Rajab 143 pp.88

Kondisi Rumah Sakit di Gaza


Pembangunan pondasi RSI Gaza di Distrik Bait Lahiya, Gaza Utara (Dok MER-C/RoL)



Ismail Ahmad dirawat di unit kanker, rumah sakit As Syifa Gaza. Badan pria berumur 66 tahun ini tersambung dengan selang kateter, sebagai saluran pembuangan urin. Biasanya urin ditampung di kantong khusus , namun kali ini tidak. Saluran ini dialirkan ke sebuah tempat sampah.

Ismail yang menderita kanker kandung kemih juga membutuhkan tranfusi, “tidak ada kantong IV (intra vena). Para perawat menuangkan darah ke botol plastik, yang disalurkan ke IV saja” kata Ismail.
Seperti dialami pasien lain, Ismail hanya memperoleh obat analgesic yang hanya berfungsi untuk meringankan sakit.

Pasca gempuran Israel terhadap Gaza di akhir Desember 2008 lalu, memang bantuan medis “membanjiri” Gaza, namun tidak semua obat-obatan dan peralatan bisa digunakan. Sebanyak 500 ton peralatan medis menumpuk digudang penyimpanan Gaza, disebabkan tidak sesuai dengan alat-alat yang dibutuhkan atau teknologinya tidak sesuai dengan alat teknologi yang tersedia di Gaza, atau tidak ada yang mampu mengoprasikan. Sehingga beberapa rumah sakit masih bertahan dengan menggunakan perangkat medis lama.
WHO memperkirakan dari 1,5 juta penduduk Gaza hanya ada dua orang dokter ahli bedah jantung. Dr Nasser Tatter, kepala unit Kardiologi As Syifa’ mengaku, jika salah satu sakit, maka bedah medis tidak akan bisa dilakukan dengan baik. Sedangkan tidak mudah untuk menambah jumlah dokter spesialisasi karena hampir tidak bisa keluar Gaza untuk belajar dan memperoleh pelatihan.

Masalah krusial lain adalah pemutusan aliran listrik. Pertama, karena generator pembangkit listrik di Gaza tidak memperoleh bahan bakar yang cukup. Kedua, lebih dari setengah pasokan listrik berasal dari Israel dan mereka bisa sewaktu-waktu memutuskannya. Jika sudah demikian, perawatan di ICU sama sekali tidak berguna dan para pasien juga tidak memperoleh oksigen. Selain itu bagi para pasien gagal ginjal terancam penggumpalan darah jika mesin dimatikan. 

Kini namaknya penduduk Gaza bisa sedikit lebih lega dengan pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza. Dimulai dari penandatanganan MoU tahun 2009 antara wakil dari rakyat Indonesia (dr. Joserizal Jurnalis, SpOT) dengan Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza (dr. Bassim Naim) –yang turut disaksiaan oleh dr. Sarbini (Ketua Presidium MER-C), Drs. HM. Mursalin (Forum Umat Islam), Ir. Hanibal WY Wijayanta (Jurnalis ANTV), Andi Jauhari (Jurnalis ANTARA) dan para ulama Gaza.  

Proyek yang semula seperti mimpi menjadi kenyataan. Awal mula ide ini diluncurkan, banyak kalangan, baik dari dalam negeri, dunia international, bahkan pihak pemerintah Palestina pun meragukan terealisasinya rencana pembangunan rumah sakit Indonesia. Seperti di tuturkan kata Abdillah Onim Ketua MER-C Cabang Gaza.

Uang pembangunan RSI ini berasal dari sumbangan rakyat Indonesia dari segala kalangan, Setelah sebulan berjalan, progres pembangunan RSI Gaza telah mendekati angka 20 persen. Diperkirakan pembangunan Tahap 1 ini akan lebih cepat dari rencana semula. Beberapa bulan setelah pembangunan struktur pondasi berjalan, akan kembali dilakukan tender tahap kedua untuk arsitektur, mekanik dan kelistrikan.

Untuk pekerjaan tahap kedua ini, kata Abdillah, masih diperlukan dana sekitar Rp 15 miliar. “Dan insya Allah, melihat kecintaan rakyat Indonesia kepada rakyat Palestina, kami sangat optimis pembangunan RSI ini 
akan sesuai dengan target yang direncanakan.”


Sesama muslim adalah bersaudara di belahan bumi manapun mereka berada bantulah walau hanya dengan sebait doa. 


Rasulullah SAW bersabda: 
“Orang-orang Muslim itu ibarat satu tubuh; apabila matanya marasa sakit, seluruh tubuh ikut merasa sakit; jika kepalanya merasa sakit, seluruh tubuh ikut pula merasakan sakit.” (Riwayat Muslim)


dan ingatlah pula sabda Rasulullah SAW: 
“Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya, tidak menzhalimi atau mencelakakannya. Barangsiapa membantu kebutuhan saudaranya sesame Muslim dengan menghilangkan satu kesusahan darinya, niscaya Allah akan menghilangkan darinya satu kesusahan di antara kesusahan-kesusahan di hari kiamat. Dan barangsiapa menutupi aib seorang Muslim, niscaya Allah akan menutup aibnya pada hari kiamat.” (Riwayat Bukhari dari Abdullah bin Umar RA)

Wa Allahu a'lam


Sumber 
Majalah Suara Hidayatullah edisi 03/xxiii/juli 2010/Rajab 143 pp.88

Food Security In The Home Garden


The effect of increasing human population on food availability often lead to degradation of natural resources, such as the emergence of a negative impact on the quality of human life. But over time and increased knowledge, people can find alternatives or methods to overcome the obstacles to exist through sustainable land use systems on the basis of the knowledge society.

Most of the population in Indonesia live in rural areas and around forest areas, generally have a life experience in managing natural resources as well as in their utilization. In Java land use systems, such as homegarden have been done since hundreds of years ago and is a legacy of land-use technologies developed by generations. As a tradition handed down, the yard also expanded beyond the island of Java, combined with traditional agricultural activities carried out by local communities, such as shifting cultivation or courtyard gardens such as those developed by the transmigrants. Home garden as the land use is defined as a system of additional food production on a small scale for and by members of the family household and as a canopy-covered ecosystems. While the plot can only have limited home garden as an area where there is a house occupied as a part of it.The home garden have an obvious limitation, as a whole consists of home, kitchen, pecuren / yard, peceren, pawuhan, cage, plegongan and fences. One of the most important benefits of the home garden function is to provide food and nutritional needs of families by planting various kinds of plants in an effort to increase the diversity of family food.


The presence of food plants in the yard is supporting the food needs of the family. Given the diversity of plants in the yard of the farmer can take turns taking the results as firewood, leaves, fruits and tubers are used for everyday needs. In this case the pattern of the yard to play an important role and function of plant characteristics in accordance with what is expected. Home garden pattern was influence by economic factors and physical factors. 


Source: 
Novitasari, Euis. 2011. Studies of Food Crop Cultivation In Yard Family as a Source of Food Security (Case Study In the village of Ampel Gading District Tirtoyudo  Malang).UB. Malang. Indonesia 

Ketahanan Pangan Di Pekarangan




Pertambahan populasi penduduk dan pengaruhnya terhadap ketersediaan pangan sering menimbulkan degradasi sumberdaya alam, seperti timbulnya dampak negatif terhadap kualitas hidup manusia. Namun seiring dengan berjalannya waktu dan meningkatnya pengetahuan, manusia bisa menemukan alternatif atau metode untuk mengatasi kendala yang ada melalui sistem penggunaan lahan yang berkelanjutan dengan berbasiskan pada pengetahuan masyarakat.

Penduduk Indonesia sebagian besar tinggal di pedesaan dan berada di sekitar kawasan hutan, umumnya memiliki pengalaman hidup dalam mengelola sumberdaya alam sekaligus dalam pemanfaatannya. Di Jawa sistem penggunaan lahan, seperti pekarangan (homegarden) telah dilakukan sejak ratusan tahun yang lalu dan merupakan warisan teknologi pemanfaatan lahan yang dikembangkan secara turun-temurun. Sebagai suatu tradisi yang turun temurun, pekarangan juga berkembang di luar Pulau Jawa yang dipadukan melalui kegiatan pertanian tradisional yang dilakukan oleh masyarakat lokal, seperti perladangan berpindah atau kebun pekarangan seperti yang dikembangkan oleh masyarakat transmigran.
Pekarangan sebagai tata guna lahan didefinisikan sebagai sistem produksi bahan pangan tambahan dalam skala kecil untuk dan oleh anggota keluarga rumah tangga  dan merupakan ekosistem tajuk berlapis. Sedangkan persil pekarangan hanya mampu mempunyai batasan sebagai area dimana ada rumah yang ditinggali sebagai bagiannya. Pekarangan memiliki batasan yang jelas, secara utuh terdiri dari rumah, dapur, pecuren/pelataran, peceren, pawuhan, kandang, plegongan dan pagar.  Salah satu manfaat terpenting dari fungsi pekarangan adalah untuk menyediakan kebutuhan pangan dan gizi keluarga dengan cara ditanami berbagi jenis tanaman dalam upaya meningkatkan keragaman pangan keluarga.
Keberadaan tanaman pangan di pekarangan sangat menunjang kebutuhan pangan dalam keluarga. Dengan adanya keanekaragaman jenis tanaman di pekarangan maka petani dapat secara bergiliran mengambil hasilnya seperti kayu bakar, daun, buah dan umbi yang dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Dalam hal ini pola pekarangan memegang peranan yang penting agar fungsi dan karakteristik tanaman sesuai dengan apa yang diharapkan. Pola pekarangan tidak lepas dari pengaruh faktor ekonomi dan fisik.

Source:
Novitasari, Euis. 2011. Studi Budidaya Tanaman Pangan Di Pekarangan Sebagai Sumber Ketahanan Pangan Keluarga (studi Kasus Di Desa Ampel Gading Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang). Universitas Brawijaya. Malang

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons